Sabtu, 20 Februari 2016

contoh kisah perjalanan hidup yang patut di teladani

Halo, selamat pagi semua, kali ini saya akan bercerita tentang sebuah perjalanan yang kalu dibilang seru, ndak, dibilang tidak seru juga salah, Untuk lebih jelaasnya kita langsung saja ke TKP : )


Awalnya sebelum perjalan ini di mulai , satu hari sebelumnya kami sudah janjian akan berangkat bersama-sama. Dan keesokan harinya, atau lebih tepatnya hari itu, saya kebetulan bangun kesiangan,
sementara jam janjiannya jam delapan pagi. Berhubung saya telat bangun, saya pun bergegas untuk mandi dan menghangatkan motor, eh malah bensin saya habis, karna lula tutup penutup bensin di mesinnya itu, sayapun pergi ke depan rumah untuk membeli bensin dengan membawa botol pelastik untuk wadah dari bensin tersebut dan akhirnya saya dapatkan dan motornya bisa hidup. Persiapan pun sudah selesai dan saya siap berangkat, di perjalanan saya terpikirkan akan sesuatua yang sulit sekali untuk muncul dalam sebuah bayangan . Dan ketika saya meraba-ra kantong celana, kok ada yang beda ya, ternyata hp saya lupa saya bawa karna saya cas kemarin malam. saya pun kembali lagi ke rumah untuk mengambil hp tersebut. Setelah mengambil hp itu, saya melihat di layarnya, 6 panggilan tak terjawab. Sungguh sial nasib ku, setelah membaca pesan yang telah masuk yang berbunyi " Zal, buruan udah jam berapa ini, nanti kita telat sampai sananya, saya tunggu di persimpangan jalan A ya.".
kemudian saya bergegas ke persimpangan yang di maksud, tapi di seperempat jalan menuju persimpangan tiba-tiba hp bergetar di dalam kantong celana yang membuat selangkangan saya kegelian, dan saya pun mengambil hp tersebut dan membuka pesan yang masuk yang berbunyi, "Zal saya duluan ya, nanti kalau saya udah sampai disana saya kabarin , da,,," ah sial , dan sayapun mencoba untuk mengirimkan pesan balik yang bertujuan agar teman saya itu menunggu di suatu temapat, sambil menunggu pesan balasan dari Wahyu, saya membeli kopi dan beberapa kue basah di pinggir jalan, sambil ngobrol dengan pemilik warung . Setelah cukup lama saya ngobrol dengan si pemilik warung saya baru teringat untuk melihat ke layar hp apakah sudah ada balasan dari teman saya atau belum. dan ternyata pesan yang masuk berbunyi " Zal saya tunggu di depan toko sepatu di jalan G, saya tunggu setengah jam ya, karna matahari sudah tinggi nanti takutnya terlalu malem dateng sananya" setelah melihat pesan itu hati saya lega, tapi secara tak di sengaja saya menekan tombol panah bawah yang berisi butiran dari pesan itu yang menyatakan pesan di terima pukul 11.20 , dan sekarang sudah adzan zuhur. Ah kok apes lagi sih, akhirnya saya bales pesan yang masuk dengan 5 kata saja " Wahyu, saya tidak jadi pergi" dan langsung pulang lagi, tanpa hasil apapun.
Sesampainya di rumah saya menyadari kesalahan yang saya buat yang telah menyebabkan hal itu terjadi, dan sayaberjanji dalam diri saya sendiri yang berbunyi

"SAYA TIDAK AKAN PERNAH MENGULANGGI KESALAHAN SAYA UNTUK YANG KEDUA KALINYA, UNTUK APAPUN, ENTAH ITU MASALAH YANG KECIL MAUPUN UNTUK MASALAH YANG BESAR SEKALIPUN"


selang beberapa tahun, akhirnya dia bisa membuka usaha traveling di desanya dengan menjadi orang pertama yang membuka travelling dengan penjaminan mutu yang tidak pernah di langgar oleh semua karyawannya
TAMAT

sekian untuk hari ini semoga bacaan diatas bermanfaat bagi kita semua dan selamat beraktivitas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar